Kelainan dan gangguan pada sistem gerak

Kelainan dan gangguan pada sistem gerak

 manusia dapat terjadi pada rangka dan otot. Adakalanya rangka dan otot dapat mengalami gangguan/kelainan. Lalu pernahkah kamu mengalami terkilir atau pernahkah melihat seorang pemain sepak bola yang mengalami patah tulang? Semua kejadian itu dapat dikatakan sebagai kelainan atau gangguan pada sistem gerak.
Kelainan atau gangguan tersebut dapat terjadi karena berbagai faktor, diantaranya akibat aktivitas atau beban gerak yang secara berlebihan, pengaruh dari vitamin yang dikonsumsi, ataupun dapat terjadi akibat infeksi oleh mikroorganisme.

A. GANGGUAN PADA RANGKA

1. Persendian

Gangguan pada persendian biasanya ditumbulkan karena sendi tidak berfungsi secara normal. Jenis gangguan pada sendi dapat dikelompokkan menjadi 4 yakni:
  • Dislokasi, merupakan gangguan per­geseran sendi dari kedudukan semula karena tulang ligamennya tertarik atau sobek.
  • Terkilir, tertariknya ligamen sendi yang disebab­kan oleh gerakan yang secara tiba-tiba atau gerakan yang tidak biasa dilakukan, sehingga menimbulkan rasa sakit disertai peradangan pada daerah sendi.
  • Ankilosis, yaitu gangguan pada persendian sehingga tidak dapat digerakkan lagi karena tulangnya menyatu.
  • Artritis (infeksi sendi), yaitu gangguan sendi yang ditandai terjadi­nya peradangan sendi yang disertai tim­bulnya rasa sakit. Gangguan artritis dapat dibedakan menjadi 3 yaitu: Rhematoid, Osteoartritis dan Gautartritis.

2. Gangguan ruas tulang belakang

Gangguan tulang belakang dapat terjadi karena adanya perubahan posisi pada tulang belakang. Dengan berubahnya posisi tulang belakang sehingga menyebabkan kelengkungan pada batang tulang belakang. Gangguan yang disebabkan oleh kelainan tulang belakang dapat dikelompokkan menjadi 3 kelompok, yakni:
  • Skoliosis, yaitu kelainan dimana tulang belakang yang melengkung ke samping (ke kanan atau ke kiri).
  • Kifosis, yaitu kelainan pada tulang belakang atau posisi tulang terlalu melengkung ke belakang.
  • Lordosis, yaitu kelainan tulang belakang yang melengkung ke depan.
Gangguan Ruas Tulang Belakang

3. Defisiensi dan Gangguan Fisiologi

  • Rakitis, yaitu gangguan pada tulang kaki yang membengkok seperti huruf X atau 0 karena kekurangan vitamin D.
  • Mikrosefalus, merupakan penyakit dimana ukuran tengkorak kepala lebih kecil dibanding dengan ukuran normal.
  • Osteoporosis, yaitu tulang-tulang kurang keras, rapuh, keropos, dan mudah patah.

B. GANGGUAN PADA OTOT

Otot sangat berperan penting dalam sistem gerak manusia sehingga bila ada sedikit saja gangguan pada otot akan mempengaruhi aktivitas gerak. Gangguan pada sistem otot dapat terjadi dalam beberapa bentuk, yakni:
  1. Atrofi, yaitu keadaan dimana otot mengecil sehingga menghilangkan kemampuannya untuk berkontraksi.
  2. Hipertrofi, yaitu keadaan otot menjadi lebih besar dan kuat karena sering dilatih secara berlebih.
  3. Tetanus (kejang otot), merupakan gangguan otot berupa kontraksi terus-­menerus yang disebabkan oleh bakteri.
  4. Miastenia gravis, yaitu melemahnya otot secara berangsur-angsur hingga menyebabkan kelumpuhan.
  5. Distrofi otot, merupakan penyakit otot kronis sejak anak-anak.

Sumber Artikel: http://masterbiologi.com/kelainan-dan-gangguan-pada-sistem-gerak/#ixzz2TnkVBObW

Previous
Next Post »
Thanks for your comment